Pages

Selasa, 17 Juni 2014

RED




Cause I like you in red...



  Senyum merekah di wajahnya saat noda merah itu semakin melebar di gaun putih bersih yang di kenakan seorang wanita - seorang wanita berambut sehitam malam, wajah sepucat salju, dan kedua mata itu...kedua mata yang memiliki iris hijau itu membulat, menyiratkan ketakutan yang teramat sangat. Mata itu memantulkan seorang dengan senyum yang lebih mirip seringaian, seorang dengan ekspresi lapar yang mengerikan. Andaikata tangan berbalut glove itu tak membekap mulutnya, wanita itu pasti sudah berteriak begitu keras.
   "Jangan menangis..." bisik sosok bertudung di depannya. "Aku tak mau mata indahmu berubah jadi merah dan bengkak."
   "Nah...sekarang, coba tatap mataku ini. Andai saja kau tak pernah bertemu denganku hari itu... mungkin sekarang kau akan baik-baik saja, ya. Duduk di sebelah pria itu, tertawa dengan anggunnya - oh, betapa aku sangat menyukai suaramu," desahnya lagi. "Tapi..."
    "mmmghh!!"
    "Aku lebih suka warna merah gelap ini - "
   Sraaak!
   "MMMGGH!!"
   " - dan suara teriakanmu daripada suara tawa yang merasuki kepalaku."
   Beberapa menit kemudian - yang terasa begitu menyenangkan bagi sosok bertudung itu - wanita bergaun putih itu sedah mengenakan gaun berwarna merah, dan tak ada lagi suara yang keluar dari bibirnya. Pupil di tengah kemilau hijau itu kosong, menatap langit malam berawan seolah mengharapkan bantuan yang tak pernah datang.
   "Apa ku bilang..." bisiknya. "Kau benar-benar cantik dengan warna merah..."

***



pict : here



Tidak ada komentar:

Posting Komentar